Adnan terdiam, memandang lekat-lekat wajah istrinya. Lidia tetap santai menikmati irisan buah dalam wadah di atas mejanya. Sebenarnya Lidia tahu Adnan pasti akan marah sekali ketika mengetahui pertemuan antara dirinya dan Leno di cafe beberapa hari yang lalu. Dugaannya benar pria itu masih mencemburuinya hingga saat ini. Apalagi sekarang mereka bertemu kembali di restoran suaminya. Adnan pasti berpikir dia sengaja menghubungi saat berada di sana. "Kamu tidak terkejut melihatku berada di sini?" Tanya Adnan pada Lidia Natalia. Lidia tersenyum, wanita itu menatapnya sejenak kemudian berkata, "kenapa memangnya? Restoran ini milikmu jadi kamu berhak berada di mana saja." "Kamu pandai sekali mengalihkan percakapan Lidia. Aku tidak menyangka kalau aku akan tertipu oleh wajah polosmu." Sah

