Ch-92

2093 Kata

"Mas tumben ke klub? Nggak dimarahi istrinya?" Tanya Deden padanya. Leno tersenyum mendengar pertanyaan dari salah satu kawanan geng serigala tersebut. "Istriku sibuk sekali jadi mana ada waktu untuk mengurusku?" Keempat pemuda tersebut saling bertukar pandang satu sama lain. Erni datang dengan minuman di atas nampan. Gadis itu meletakkan di atas meja mereka. "Nggak jadi servis?" Tanya Deden dengan sengaja pada Erni. Wanita itu melengos pergi, karena melihat Alan menertawakan dirinya. "Servis kepalamu!" Sahut Erni dengan wajah marah. Dia ingin Alan, pria yang setara dengan ketampanan Leno. Tapi melihat gaya cueknya dia merasa tidak punya harapan untuk mendekatinya. Alan dan ketiga temannya terus mengobrol menemani Leno di sana. Saat di ujung pagi barulah mereka bubar dan pulang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN