Lidia sedang perjalanan menuju ke hotel. Dia menatap keluar jendela mobilnya. Malam semakin larut. Sampai di hotel, Lidia segera turun dari dalam mobil. Dia melangkah menuju resepsionis, meminta akses untuk masuk ke ruangan khusus yang biasa dia gunakan ketika sedang berada di hotel dengan Adnan. "Kunci ruangan khusus." Lidia berdiri di depan meja resepsionis, menunggu card diberikan. Jika sedang bersama suaminya dia tidak perlu memakai card karena pintu akan terbuka dengan sidik jari Adnan. Lidia melangkah malas menuju kamarnya. Beberapa orang menatap kehadiran dirinya di sana. Sampai di depan pintu dia segera masuk ke dalam. Suasana sunyi dan lenggang, tidak ada suara langkah kaki pria yang biasa menemaninya di sana. Lidia sejenak menatap ke arah luar jendela kamar tersebut, begi

