Adnan mengangkat wajahnya setelah melumat cairan yang ditumpahkan oleh Lidia ketika wanita itu melepaskan klimaksnya. "Masih mau pergi? Minta cerai?" Seringainya seraya menatap wajah Lidia yang basah kuyup dengan keringat. Wajah wanita itu begitu manis dan menggoda. Masih terlentang dengan kedua paha terbuka tanpa busana di depan matanya. Lidia memejamkan matanya saat pria itu memulainya lagi. Dia hanya meremas bantal pada kedua sisi kepalanya. Dia sesekali mengangkat kepalanya menatap milik Adnan yang masih keluar masuk dari area sensitifnya. Gesekan-gesekan tersebut membuatnya menggeliat kesana-kemari tak bisa diam. "Lidia sayang.. hah! Hah!" Adnan memperlajunya sedikit. "Mas.. ahhhhh.." Lidia menyelesaikan misinya lagi. "Aku ingin mendengarmu merajuk, seperti hari-hari lalu.

