Lidia ragu-ragu melangkah menuju tempat tidurnya. Di sana ponsel miliknya masih tergeletak dan menyala. Tangan kanannya terulur untuk mengambil benda tersebut. Dengan tangan gemetar wanita itu mengangkat ponselnya. "Halo?" Jawabnya seraya menggigit bibir bawahnya. Dia takut sekali jika yang menghubungi dirinya adalah seseorang yang berhubungan dengan masa lalunya. "Halo. Mas Adnan ada?" Tanya seorang wanita dari seberang. Lidia mengernyitkan keningnya, dia kembali melihat ke arah ponselnya. Ponsel mereka berdua memang sama persis, Adnan sengaja membelikan ponsel yang sama untuk Lidia Natalia. Pagi ini rupanya pria itu keliru membawa ponsel miliknya. "Dia sedang bekerja, apakah ada yang perlu saya sampaikan?" Tanya Lidia dengan suara lembut, mungkin saja yang menelepon suaminya itu ad

