Ch-88

2129 Kata

Alan tidak menyahut ucapan Deden. Pria itu malah termenung sendiri. Dia tiba-tiba ingat wajah gadis klub malam. "Tring!" Keempat pemuda tersebut menoleh. Satu-satunya ponsel yang berbunyi saat suasana hening. Ponsel Alan! Erni, barusan gadis itu mengirimkan pesan pada ponselnya. Alan menatap sejenak pada layar ponsel miliknya. "Mas, mau nemenin aku nggak, aku kesepian di kosan!" Begitu undangan yang ditawarkan oleh Erni padanya. Arliand menatap sekilas layar ponsel Alan, dia tahu apa yang tersimpan di dalam benak pria tersebut. Enggan! "Datang gih! Servis gratis tuh! Nggak tahan kayaknya dia lihat muka bening elu!" Seru Deden yang ikut membaca pesan tersebut sambil memegang bahu Alan. "Pa'an sih! Ogah gue! Ngapain repot-repot datang ke kosan dia! Dikiranya gue yang mau?!" Ujar Alan sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN