Siska telah sampai di rumah besar Lidia sore itu. Wanita itu segera keluar dari dalam mobilnya. Lalu melangkah menuju pintu utama. Lidia sedang duduk di samping kolam renang. Dia menatap jernihnya air tanpa riak tersebut. Saat mendengar suara langkah kaki dia segera berdiri, dia mendengar langkah kaki perempuan dari suara sepatu high heels yang dikenakan Siska. "Siska?" Panggilnya saat wanita itu mengetuk pintu rumah, sedang Lidia keluar dari pintu halaman samping. Siska segera menoleh ke arah suara. Wanita itu berkacak pinggang sambil melangkah menuju ke arahnya. Lidia melihat kemarahan tergambar begitu jelas dari wajah wanita tersebut. Lidia mundur beberapa langkah sambil menggelengkan kepalanya, dia takut Siska akan melukainya lagi. Perutnya terasa nyeri tiba-tiba. Kini dia ta

