Ch-86

1219 Kata

Adnan begitu bahagia mendapati istrinya hamil setelah beberapa bulan yang lalu keguguran, dan terpaksa harus menunda kehamilannya. Pria itu memperlakukannya dengan sangat baik. Dia tidak ingin bertengkar lagi, takut kalau sampai terjadi apa-apa pada istrinya. Sesampainya di rumah, Adnan menggamit pinggangnya masuk ke dalam rumah. Pembantu rumah tersebut tergopoh-gopoh menuju ke arah mereka berdua, untuk membawakan barang dalam genggaman tangan Adnan. Pria tadi mampir ke toko untuk membelikan banyak buah-buahan, juga s**u hamil untuk istrinya. "Aku bantu! Jangan naik sendiri." Adnan cemberut karena Lidia Natalia menepiskan tangan pria itu dari pinggangnya. Maksudnya dia ingin naik ke lantai atas menuju kamarnya karena kepalanya sedikit pusing serta perutnya juga masih tidak begitu nya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN