Ch-77

2410 Kata

Lidia terdiam mendengar ucapan panjang lebar Adnan. Pria tersebut masih mengemudikan mobilnya. Sore itu dia membawa Lidia Natalia kembali ke rumah besar miliknya yang berada di tengah hutan. Karena jarak perjalanan lumayan jauh, Lidia merasa tubuhnya penat sekali. Adnan sendiri juga tidak berniat membuka percakapan dengan Lidia. Pria itu masih kesal dan merasa tidak pernah dianggap oleh wanita yang dia bela mati-matian. Setelah beberapa jam, mereka sampai di rumah besar miliknya. Adnan memarkirkan mobilnya, lalu masuk ke dalam rumah megah tersebut. Dibiarkannya Lidia Natalia berjalan sendiri masuk ke dalam rumah. Tidak seperti kemarin-kemarin, wanita itu dengan manja menggamit lengannya. Lidia Natalia melangkah di belakang punggungnya, mengekor pria itu dari belakang. Adnan segera na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN