Ch-78

2101 Kata

Lidia memaksa ikut berada di dalam ruangan kerjanya. Hari ini Adnan sedang mengurus banyak berkas di dalam ruangan tersebut. Pria itu mengenakan pakaian rapi, sama saat Lidia menemuinya untuk pertama kalinya. Waktu itu pria tampan tersebut selalu tersenyum saat sedang bertemu tatap dengannya. Lidia selalu memalingkan wajahnya saat bertemu tatap di masa lalunya. Karena dia takut dan merasa tidak sopan ketika menatapnya dengan tatapan mata langsung, kecuali secara diam-diam tanpa sepengetahuan pria itu. Dia baru berani. "Lidia?" Panggil Adnan sambil tersenyum melihat Lidia sejak tadi terbengong, sedang melamun. Lidia tak segera menjawab, wanita itu masih terbawa dalam lamunannya. Di masa lalu. Sejak Adnan memberikan perhatian lebih dia selalu jadi amukan para karyawan lain. Dan itu mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN