Leno tersenyum melihat mobil Siska menjauh dari halaman depan kantornya. Dia kembali masuk ke dalam, dari kejauhan Sely diam-diam melihatnya. Wanita itu sangat jengkel karena acara keributan yang dibuatnya di kantor tersebut gagal total gara-gara Leno ikut turun tangan untuk melindungi Siska. Di sisi lain.. Lidia masih menunggu Adnan di dalam ruangan kerjanya. Wanita itu berdiri di depan jendela ruangan kerja tersebut. Hari sudah sore, tapi Adnan masih sibuk dengan tumpukan berkas di atas meja. "Aku sudah selesai, ayo kita pulang." Ajaknya sambil memakai jasnya kembali. Lidia menatap ke arah penjual permen kapas di lantai bawah. Pria itu tersenyum, dia segera keluar dari dalam ruangan. Lidia terkejut ketika melihat suaminya membeli beberapa ikat di bawah sana. Lidia tersenyum sambi

