"Oke, aku akan pelan-pelan." Adnan memperpelan laju permainannya. Wajah pria itu tidak terlihat baik, Lidia tidak mengerti kenapa Adnan tiba-tiba menatap dengan tatapan seperti sekarang. Dia ingat saat pria itu masih marah-marah seperti sebelumnya. Wajah suaminya terlihat sama seperti saat ini. "Mas Adnan marah?" Tanyanya ketika Adnan melebarkan kedua kakinya di atas sisi bathtub. Menggigit lehernya sambil terus berpacu. Lidia memeluk pinggangnya, wanita itu sangat menikmati permainan tersebut. Adnan tidak menjawabnya, dia terus berpacu dalam waktu lumayan lama. Lidia diam saja, dia tahu Adnan sedang marah padanya. "Mas.. awhh." Lidia memekik saat Adnan kembali melajukan gerakan pinggulnya. Dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Lidia segera meledakkan miliknya. Air dalam bathtub

