Deden merasa risi terus menerus dikejar oleh wanita yang tidak dia inginkan, pria itu mempercepat laju motornya. Dia khawatir jika Mpok Minah mengikutinya dengan mobilnya. Saat melihat pada kaca spion mobilnya, dia merasa lega karena tak ada siapapun yang mengikutinya. Pria itu belum menentukan kemana dia akan pergi hari ini, masalah pekerjaan dua sudah berbohong demi bisa kabur dari janda kaya raya tersebut. Di sisi lain.. Alan benar-benar ikut Arliand ke pemakaman, pria itu duduk di atas porselen makam. Sementara Arliand sedang menggali. Alan menggaruk pelipisnya, dia tidak mengira pria kaya raya seperti Arliand malah menggali liang kubur demi menemukan jodohnya. "Masih lama?" Tanya Alan mulai bosan berada di lokasi pemakaman. "Masih lah, ada tiga lagi. Lu balik saja sana!" Ujarn

