"Sebentar lagi banyak pelanggan datang ke restoran. Kamu mau sarapan sekarang atau nanti?" Tanya Adnan padanya. Lidia Natalia masih termenung memikirkan Leno, pria muda yang barusan berlalu dari hadapannya itu terlihat begitu sedih dan terluka. Lidia ingin berbicara sejenak dengannya, tapi Adnan sama sekali tidak memberikan kesempatan padanya. Lidia masih menundukkan kepalanya dalam pelukan Adnan. Sampai-sampai dia tidak mendengar saat pria itu menawarinya sarapan. Adnan mulai berubah gusar, dia gemas sekali dianak oleh Lidia Natalia. Wanita yang sebentar lagi akan dia nikahi malah memikirkan pria lain, bahkan saat berada di dalam pelukannya. "Lidia! Kamu mendengarku?" Tanya Adnan lagi. "Ah, iya, kamu tadi bilang apa?" Tanya wanita itu dengan suara tergagap. Dia takut jika Adnan tiba

