Alan telah kembali ke kosan. Dia duduk di beranda bersama ketiga temannya. Cuaca sudah gelap saat dia berkumpul dengan satu geng serigala. "Tumben lambat? Dari mana saja lu?" Tanya Deden mendahului Andi yang sudah terlanjur membuka bibir untuk bicara. "Dari klub Heri, sebelumnya dari restoran sepupu gue! Tante Lidia kayaknya bakalan nikah sama kakak sepupu gue!" Ujar Alan pada ketiga pemuda di sana. Ucapannya barusan membuat ekspresi wajah tiga pemuda tersebut beraneka warna. Andi dengan bibir cemberut seolah tidak peduli. Deden menggaruk kepalanya yang botak. Sedang Arliand menyulut rokoknya seraya menghembuskan asap ke udara. "Kalian nggak peduli?" Tanya Alan dengan wajah bingung, karena ketiga temannya terlihat cuek bebek enjoy dengan kegiatannya masing-masing. "Gimana mau ped

