Lidia Natalia masih menundukkan kepalanya, dia ingin melawan Adnan namun tidak memiliki kekuatan apapun. "Keluarga? Atau kekasih?" Tandas Adnan pada Lidia Natalia. Pria tersebut benar-benar tidak bisa menahan rasa cemburunya lagi. Dia sangat marah karena Lidia terus memikirkan Leno dan Leno. Padahal di dalam hatinya hanya ada Lidia Natalia seorang, meski wanita itu menolaknya berulang kali dengan alasan bahwa dia adalah pria pemaksa. "Kamu?!" Lidia meremas jemari tangannya sendiri seraya menggigit bibir bawahnya menahan kesal. Dia tidak menyangka Adnan bisa mengetahui segala-gala di masa lalunya. "Kamu pikir aku tidak tahu? Aku berusaha menerima kekurangan dirimu Lidia! Aku berusaha memberikan yang terbaik untukmu! Agar kamu mendapatkan kebahagiaan yang layak seperti wanita pada umum

