Ch-37

1188 Kata

“Kamu kapan akan berangkat?” Lidia mencoba mengalihkan pembicaraan mereka berdua. Karena situasi tegang tersebut membuat dia merasa kurang nyaman. Leno masih menatap wajah Lidia Natalia dengan sorot mata tajam, sepertinya pria muda tersebut sengaja membuat Lidia memenuhi keinginannya. “Jangan mencoba mengalihkan percakapan mah. Leno serius, mamah harus setuju.” Ujar Leno lagi, pria muda itu langsung bisa mengetahui maksud Lidia yang ingin mengakhiri percakapan mereka berdua saat ini. Lidia menelan ludahnya, dia baru pertama kalinya melihat wajah putra tirinya terlihat begitu serius. “Terserah kamu saja.” Lidia mengusap keningnya sendiri, wanita itu masih tidak tahu seperti apa sebenarnya wajah asli putra tirinya tersebut. Mendapati tatapan tajam dari kedua bola matanya, dia enggan untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN