Setelah empat puluh hari kelahiran putra Lidia Natalia dan Adnan. Lidia hanya bisa memandangi si kecil berada di dalam gendongan baby sitter yang bekerja mengurus bayinya. Wanita itu menatap kesibukan mereka dari lantai atas. Adnan melangkah mendekat ke arahnya, dia mencium punggung istrinya. "Kenapa sayang?" Tanya Adnan padanya. "Kapan aku boleh menggendong putra kita?" Tanyannya dengan wajah merajuk. Adnan menarik tangan Lidia agar mengikutinya masuk ke dalam kamar. "Mas.. tadi kan sudah?" Lidia cemberut, enggan diminta melayani suaminya lagi. "Kamu lebih mencintai bayi kita dibandingkan aku." Menekan kedua tangan istrinya agar tetap berbaring. Mulai menciumi leher jenjangnya. Satu demi satu pakaian meluncur di lantai, permainan panas kembali terulang. Lidia tergolek di sisi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


