Lidia terjaga di keesokan harinya, wanita itu melihat suaminya tengah rebah di sofa. "Mas, mas Adnan?" Lidia mencoba membangunkannya. Adnan mengerjapkan matanya, pria itu kemudian bangkit dari posisi tidurnya melangkah menuju ke arahnya. "Ada apa?" Adnan duduk di tepi tempat tidurnya. "Nggak apa-apa, Lidia mau pulang saja hari ini. Boleh kan mas? Lidia sudah merasa baikan." Ucapnya sambil tersenyum, meski bibirnya masih terlihat pucat. Adnan menganggukkan kepalanya, dia kemudian pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. "Aku akan mengurus administrasi pagi ini, setelah dokter memberikan keputusan." Ujar pria itu sambil duduk kembali di sebelahnya. "Lidia nggak betah tinggal di sini. Semuanya aroma obat, dan antiseptik." Mengeluh sambil cemberut, menggosok hidungnya dengan p

