Leno menoleh mendapatkan panggilan dari Adnan. Pria itu menghentikan langkahnya, menunggu Adnan yang sedang berjalan cepat mengejarnya. "Aku bersedia untuk bekerjasama dengan perusahaanmu, aku melakukan ini karena istriku. Lidia pasti sedih jika melihatmu berantakan karena ku." Adnan menepuk bahunya, dia mengambil berkas dari dalam genggaman tangan Leno. Menandatanganinya lalu berlalu tanpa sepatah kata. Leno melihat berkas yang telah ditandatangani oleh Adnan. Seluruh tulang belulangnya mendadak terasa lemas, dia tidak mengira kalau semuanya masih dalam kendali Lidia Natalia. "Berapa kali kamu akan terluka karena berkorban Lidia?" Leno menjatuhkan buliran bening dari kedua matanya. Pria itu mendongakkan kepalanya agar air matanya tidak jatuh merembes pada kedua pipinya. Dengan berdi

