Alan menatapnya sekali lagi. "Lalu tujuan lu kemari buat apaan?" Tanya Alan bingung. Pria itu tidak mengerti kenapa Erni mendatangi kosannya. Tidak mungkin jika hanya ingin menunjukkan itu padanya. "Gue cuma mau lu tahu, gue nggak seperti yang elu pikir! Tugas gue sudah selesai. Hutang gue sudah lunas, dan keluarga gue sudah baik-baik saja. Gue sudah tebus rumah keluarga gue yang dulunya digadai! Gue bahagia! Gue juga sudah tinggalin tabungan buat mereka ke depan." Erni tersenyum dengan air mata berlinang. Wanita itu menarik naik resletingnya kembali. Wanita itu kemudian berbalik dan melangkah pergi. Seolah sedang mengucap perpisahan untuk Alan. Satu-satunya pria yang pernah dia tatap dengan sebuah rasa, namun tak yakin dengan sebuah makna! Alan terdiam terpaku menatap punggung wanita

