Setibanya di rumah Lidia Natalia turun dari mobil ditemani pembantunya. Dia melihat mobil baru yang dikendarai oleh suaminya beberapa saat lalu telah terparkir di halaman rumah. Wanita itu berlari kecil masuk ke dalam rumah. Dia melihat Adnan sedang berdiri di tengah ruangan utama. Wajah Adnan terlihat kesal, Lidia tersenyum ketika melihatnya melepaskan topeng yang membingkai kedua matanya. Tampan! Sempurna! Lidia Natalia melangkah menuju ke arahnya. Dia memegangi kedua bahu Adnan, berjalan memutar lalu memeluk pinggangnya dari belakang. "Kenapa, memeluk dari belakang? Nggak mau dari depan?" Tanya pria itu masih dengan wajah kesal, seraya berkacak pinggang. "Habisnya mas marah." Ujarnya sambil menyandarkan pipinya di punggung Adnan. "Ya marah! Kalau kamu sampai kenapa-kenapa baga

