Napas Baru

1002 Kata

Pagi itu, suasana yang memenuhi kediaman mewah Nona Lucy terasa begitu sunyi, tapi tidak lagi terasa mencekam seperti hari-hari sebelumnya. Meskipun Nona Lucy masih berbagi tembok es yang tinggi terhadap Nicko, tapi telah muncul sebuah kesepakatan bisu. Nona Lucy memutuskan untuk membiarkan detak kehidupan di rahimnya tetap ada, bukan karena ia mulai mencintai calon bayi itu, melainkan karena ia sadar bahwa melawan Nicko saat ini sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri. Dan tentu saja, ia tidak ingin itu terjadi. Nona Lucy tetap bekerja, meski kini ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerjanya yang luas di rumah, bukan di perusahaan. Wajahnya tetap datar setiap kali Nicko melintas. Ia tak mau mengeluarkan sepatah kata pun untuk pria yang telah menjebaknya. Baginya, bicara de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN