Percikan Cinta yang Masih Ada

1001 Kata

Masih dini hari. Nona Lucy membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia rasakan adalah denyut nyeri di punggung tangannya yang sudah terpasang infus, dan hal kedua adalah kehangatan yang tak asing yang ia tangkap di sisi tempat tidurnya. Ia menoleh ke samping. Nicko tertidur dengan posisi kepalanya bersandar pada tepian ranjang tepat di samping tangan Nona Lucy. Wajah pemuda itu tampak berantakan. Luka di dahinya akibat hantaman pistol semalam sudah mengering, meninggalkan bekas merah kehitaman di kulitnya yang pucat. Darah yang juga kering masih mengotori pipi dan kerah kemejanya. Belum dibersihkan sama sekali. Melihat kondisi berantakan Nicko, ada secuil rasa iba yang menyelinap di hati Nona Lucy. Namun, sedetik kemudian, rasa mual dan ingatan tentang pengkhianatan Nicko mulai menghan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN