Harapan yang Musnah

1057 Kata

Malam itu, aspal yang basah oleh sisa hujan memantulkan cahaya lampu jalanan yang remang. Nona Lucy menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil, sesekali mengusap perutnya, sebuah gerakan refleks yang selalu ia lakukan sejak tahu ada nyawa yang tumbuh di sana. “Kenapa lewat jalan ini, Pak?” tanya Nona Lucy saat menyadari sopirnya mengambil rute yang lebih sepi. “Jalan utama macet total, Nona. Saya ambil jalan pintas agar tidak terlambat bertemu Mr. Tan,” jawab sopir itu tenang. Namun, ketenangan itu hanya bertahan beberapa detik. Tiba-tiba, suara decitan logam yang mengerikan terdengar dari bagian bawah mobil. Mobil mewah itu berguncang hebat. Setir di tangan sopir seolah memiliki kemauan sendiri, membanting ke arah kanan dan kiri tanpa terkendali. “Pak! Apa yang terjadi?!” teriak N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN