Rumah Sheila sudah berubah. Ada banyak bunga di tiap sudut. Rangkaian bunga-bunga yang sangat harum itu sungguh mempercantik rumahnya. Di depan rumah, lambaian kain-kain berwarna ungu muda yang sangat lembut berpadu dengan hijau dan warna-warna pastel lainnya menyemarakkan suasana. Kursi-kursi ditata rapi berjejer. Meja katering sudah penuh dengan aneka masakan. Meski hanya mengundang lima puluh orang untuk akad nikah ini, Jaka tidak ingin acaranya berjalan asal-asalan. Dia ingin menikah sekali seumur hidup dan semuanya harus spesial. Sheila sudah dirias di kamar yang dulu ditempati Jaka. Kamarnya sendiri sudah dihias sedemikian rupa khas pengantin baru. Begitu rapi dan wangi karena bunga-bunga diletakkan dengan indah di pojok kamar. Satu buket besar ditata di atas headboard. Sprei yang b