"Kata Kak Nayaka, kemarin dia melamar lo?" Pertanyaan Nayana itu sukses membuat bibir Alinka tertarik ke atas dengan perasaan yang berbunga-bunga. Kepalanya mengangguk singkat. "Iya," jawabanya tampak malu sekaligus bahagia. "Beneran?" tanya Nayana lagi antusias. "Ini," jawab Alinka memamerkan cincin pemberian Nayaka yang tersemat di jari manisnya. "Ya ampun, gue ikut bahagia untuk kalian berdua," kata Nayana seraya memeluk Alinka yang tengah berada di sampingnya. “Makasih,” balas Alinka terkekeh pelan. Nayana melepaskan pelukannya. Adik Nayaka itu menghela napas dalam. “Kayaknya gue harus segera nyari gandengan deh. Biar ada yang nemenin gue di pesta pernikahan kalian nanti.” “Ya nggak perlu segera juga. Lagian, kami belum ngomongin soal pernikahan kok. Gue juga masih belum wisu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


