Bab 132

1761 Kata

"Kata Kak Nayaka, kemarin dia melamar lo?" Pertanyaan Nayana itu sukses membuat bibir Alinka tertarik ke atas dengan perasaan yang berbunga-bunga. Kepalanya mengangguk singkat. "Iya," jawabanya tampak malu sekaligus bahagia. "Beneran?" tanya Nayana lagi antusias. "Ini," jawab Alinka memamerkan cincin pemberian Nayaka yang tersemat di jari manisnya. "Ya ampun, gue ikut bahagia untuk kalian berdua," kata Nayana seraya memeluk Alinka yang tengah berada di sampingnya. “Makasih,” balas Alinka terkekeh pelan. Nayana melepaskan pelukannya. Adik Nayaka itu menghela napas dalam. “Kayaknya gue harus segera nyari gandengan deh. Biar ada yang nemenin gue di pesta pernikahan kalian nanti.” “Ya nggak perlu segera juga. Lagian, kami belum ngomongin soal pernikahan kok. Gue juga masih belum wisu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN