“Sebenarnya gue nggak pengen tahu dan juga nggak peduli, tapi berhubung gue sedang sakit, gue nggak bisa ke mana-mana,” kata Naraya seraya menyandarkan punggungnya ke kasur yang saat ini tengah dalam posisi setengah duduk. “Jadi, silakan selesaikan masalah soal cincin itu di sini. Nggak apa-apa. Orang sakit ini nggak akan ganggu,” tambahnya enteng. Nayaka yang mendengar ucapan kakaknya hanya bisa memutar bola mata bosan. “Ya udah kalau gitu, sebaiknya aku antar kamu pulang,” ucapnya menoleh ke arah Alinka. “Ayo.” Tangan Nayaka terulur ke arah Alinka yang langsung disambut oleh Alinka. “Lo mau balik sekarang?” tanya Naraya agak kaget. “Lo mau ninggalin gue sendirian di sini?” “Iya,” jawab Nayaka enteng. “Kalau butuh teman, gue bisa hubungin Farhan buat jagain lo.” Nayaka tersenyum leba

