Sudah hampir dua minggu Alinka menempati kost barunya. Kostnya itu cukup nyaman untuk ditinggali. Ya, meskipun kalau dibanding dengan rumah keluarga Tamara, kost ini tidak apa-apanya sih, tapi tetap saja, Alinka harus bersyukur karena bisa mendapatkan kamar kost di saat yang sangat mepet. Terlebih, fasilitas di kost ini lumayan komplit. Ada dapur bersama, ada kamar mandi dalam, dan juga kulkas bersama pun ada. Bagi Alinka, kost ini lebih dari cukup meskipun agak sempit. Sejak pindah ke sini, Nayaka masih terus-terusan menawari untuk tinggal di apartemen miliknya yang Alinka yakin pasti sangat luas. Namun, tentu saja Alinka menolaknya. Alinka merasa sungkan kalau harus kembali menumpang. Jadi, Alinka putuskan untuk kost sendiri dengan uang pribadinya. Ponsel Alinka berbunyi. Nama Tamara

