Rasanya sangat aneh melihat Nayaka duduk di ruang tamu sempit di rumah Alinka. “Ini rumah kamu?” tanya Nayaka mengamati sekitar. “Rumah mama,” jawab Alinka. “Memang kecil. Nggak usah dilihatin kayak gitu.” Nayaka menganggukkan kepala. “Iya, kecil. Tapi, nyaman. Di luar dan sekitar sini juga masih banyak pohon besar dan tanaman rindang. Jadi, nggak gitu panas.” “Anda ngapain ke sini?" Nayaka menghela napas dalam mendengar pertanyaan dari Alinka itu. “Saya nyariin kamu, Alinka. Saya khawatir sama kamu. Tiba-tiba saja kamu ngilang nggak ada kabar. Di rumah keluarga Tamara nggak ada. Mario nggak mau bilang kamu di mana." "Anda butuh saya buat nemenin Anda ke acara penting, ya? Makanya Anda nyariin saya sampai kayak gini?" tebak Alinka yang tentu saja meleset. "Ya Tuhan," gumam Nayaka

