Nayaka berjalan mendekat ke arah Mario. Ia mengambil duduk di kursi bar kosong yang berada di samping Mario. Di sana, Nayaka pesan minuman non alcohol karena dirinya memang berniat untuk tidak mabuk. “Kenapa malah lo yang terlihat kacau? Padahal gue yang sedang ada masalah,” kata Nayaka. Mendengar suara Nayaka, Mario langsung menoleh. “Apa yang lo lakukan di sini?” tanyanya menatap Nayaka dengan marah. “Nyari orang,” jawab Nayaka dengan helaan napas dalam. Ia mengamati Mario yang sudah tampak mabuk. “Udah minum berapa gelas? Nggak sebaiknya lo berhenti sebelum benar-benar mabuk?” Mario mendenguskan tawa kesal. “Siapa lo berani ngatur-ngatur gue?” bentaknya meninggikan suara. Nayaka mengangkat kedua tangannya sebagai gestur jika dirinya sedang tidak ingin mencari masaalh dengan Mario.

