Aku sedang duduk di ruang tamu sambil memeriksa laporan penjualan ketika suara dering ponselku memecah konsentrasi. Nama "Awan" terpampang di layar. Aku ragu-ragu, tapi akhirnya kuangkat. "Hallo, ada apa?" tanyaku datar. Suara Awan di seberang terdengar berat. "Embun, aku perlu bicara. Bisa kita ketemu?" Aku terdiam sejenak, menimbang permintaannya. "Tentang apa?" "Banyak hal," jawabnya singkat. "Kamu di mana sekarang?" Setelah menghela napas, aku menyebut nama sebuah kafe kecil di dekat rumahku. Aku tak tahu kenapa aku setuju, mungkin hanya rasa penasaran. --- Awan datang setengah jam kemudian, mengenakan kemeja rapi yang kusut di bagian lengannya. Dia tampak lelah, dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Aku menyesap kopiku sambil menunggu dia berbicara. "Embun, aku dengar bisni

