Tekanan Dari Keluarga

1122 Kata

Cuaca mendung hari ini. Sejak tadi angin sepoi-sepoi berembus dari balik jendela. Aku sedang duduk di ruang tamu, menikmati secangkir kopi. Sambil mengerjakan beberapa catatan bisnis untuk usaha skincare-ku. Kehidupan bisnis yang perlahan tumbuh sukses ini menjadi pelipur lara bagiku. Terutama di tengah berbagai masalah yang sering muncul belakangan ini. Tiba-tiba, aku mendengar suara dari pintu depan. Mbak Rima, Nia, dan Nayla masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Mereka langsung menghampiriku. Wajah mereka terlihat serius. "Kamu sibuk, nggak?" Tanpa berbasa-basi, Mbak Rima langsung bertanya. "Memangnya kenapa, Mbak?" Aku bertanya balik. Tiga orang ini datang seperti hendak menyerangku. "Jawab yang benar, Embun. Aku serius," ucap Mbak Rima dengan nada tak suka. "Gak terlalu. Hany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN