Hari itu tiba, hari di mana aku dan Satria mengikat janji suci pernikahan. Ballroom hotel yang megah telah dihias dengan sempurna. Lampu kristal yang menggantung di langit-langit memancarkan kilauan elegan, memantulkan cahaya lembut yang memenuhi ruangan. Bunga-bunga putih dan hijau menghiasi setiap sudut, menciptakan suasana yang indah dan damai. Aku berdiri di salah satu ruangan kecil di dekat ballroom, mengenakan kebaya putih dengan detail bordir halus, ditemani oleh beberapa sahabatku yang membantu memastikan segala sesuatunya sempurna. Hatiku berdebar-debar, campuran antara gugup dan bahagia. “Embun, kau terlihat seperti ratu hari ini,” kata Lia, sambil membetulkan selendang di bahuku. Sejak awal dialah yang selalu ada membantu dan menemaniku. Aku tersenyum kecil, mencoba menenang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


