Aku berdiri di depan ruko kecil di tengah kota, menatap papan nama baru yang masih berkilauan di bawah sinar matahari: "Embun Skincare Clinic". Hatiku terasa penuh haru dan kebanggaan. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa aku akan memiliki usaha sendiri, apalagi di tempat yang strategis seperti ini. Di sampingku, Satria tersenyum lebar sambil melipat tangannya di d**a. "Gimana? Sudah siap untuk langkah besar ini?" tanyanya. Aku mengangguk sambil tersenyum. "Aku masih nggak percaya ini benar-benar terjadi. Makasih sudah percaya padaku." Satria menoleh, menatapku dengan penuh kasih. "Kamu nggak perlu berterima kasih, Sayang. Kamu pantas mendapatkan ini. Aku hanya membantu sedikit." Aku tersenyum kecil. "Dari sekian banyak orang, cuma kamu yang percaya kalau aku bisa melakukan i

