"Hah! Ka-kamu mau mengantarku pulang?" Tanya Alena dengan tatapan terkejut. Arkana menganggukkan kepalanya. "Ya, aku mau mengantar kamu pulang sekalian aku mau tahu, tempat tinggal kamu sekarang. Karena, aku tidak mau kehilangan kamu lagi, jadi aku ... aku harus mengetahui semua tentang kamu," ucap Arkana, dia tersenyum lalu mengecup punggung tangan Alena. "Jangan menolak aku! Karena aku tidak suka penolakan, sayang!" Ucapnya dengan senyuman setengah mengancam. Membuat Alena bergidik. "Mas, kamu benar-benar berubah! Setelah tidak tahu malu, sekarang jadi orang yang pemaksa juga!" Ucap Alena, dia menarik tangannya dan secepatnya. Arkana kembali meraih tangan Alena. "Sayang, anggap saja aku seperti itu! Pokoknya tidak ada penolakan dan aku harus mengantar kamu pulang hari ini!" Ucapny