Alea mengerutkan kening saat mendengar ucapan Kenan. Perempuan itu mencibir dalam hati. Dasar kepo! "Aku nggak mau orang lain tahu tempat tinggalku." Alea menjawab dengan nada kesal. "Jadi kamu masih menganggapku orang lain?" Kenan menjawab dengan nada kecewa di ujung sana. Sepertinya, perjuangannya untuk mendekati Alea masih sangat panjang. Perempuan itu jelas tidak akan mudah memaafkannya meskipun dirinya berkali-kali meminta maaf pada wanita itu. "Memangnya kamu pikir kamu siapa?" "Alea ...." Serasa ada batu besar yang jatuh menimpanya. Kenan tidak bisa melanjutkan ucapannya. Kata-kata simpati yang ingin dia sampaikan pada Alea tertahan di tenggorokannya. "Jangan kamu pikir karena aku mau bekerja sama denganmu, aku kemudian lupa atas apa yang dulu pernah kamu lakukan padaku. Asal