Kenapa kamu pergi, Al? Bian memeluk bantal guling dengan erat. Dia sebenarnya merasa heran pada dirinya sendiri. Seharusnya dia senang karena Alea dengan senang hati mengajukan cerai dan kini pergi meninggalkannya. Akan tetapi, kenapa sekarang justru dia yang merana? Sudut hatinya terasa nyeri saat melihat Alea begitu bersikeras untuk pergi. Bian tidak mengerti kenapa dadanya begitu sesak saat wanita itu tidak lagi menatapnya dengan penuh cinta. Alea ... tidakkah kau ingin memberiku kesempatan? Aku berjanji akan bersikap adil padamu. Aku tahu, selama ini aku salah karena aku memprioritaskan Amara dibandingkan kamu. Aku sadar kalau selama ini aku mengabaikanmu. Tapi, tidak adakah kesempatan untukku memperbaikinya? "Aku benar-benar tidak ingin kehilangan kamu." Kata-kata itu keluar dar