"Kalau ... kalau Mas merasa aku nggak pantas untukmu, mas merasa kecewa padaku. Kita pun bisa berpisah secara baik-baik." Suara Elvira tersendat-sendat. Hendy memeluknya erat. "Pernikahan kita tidak akan berakhir dengan perceraian. Mulai sekarang kita bisa merencanakan banyak hal. Kita mulai serius merencanakan untuk punya anak." Elvira terdiam. Ini hanya soal waktu. Hendy percaya, pasti bisa memiliki hati Elvira sepenuhnya. Ia mendekap erat perempuan yang menangis di dadanya. Tangisan untuk siapa? Untuk hubungan mereka atau untuk lelaki di ujung sana? "Dok, dengar. Dalam hubungan pernikahan itu, kepercayaan dan komunikasi merupakan fondasi utama. Apalagi bagi kita yang kerjanya tak kenal waktu." Beberapa hari yang lalu, dokter Zani memberikan nasehatnya. Sebagai teman, sebagai partner