“Hei!” panggil Abi di tengah-tengah ramainya kantin. “Lo, yang pake kupluk merah!”Justin langsung celingukan ke kiri dan kanan mencari sumber suara yang memanggilnya. “Sini.” Abi melambai, mengisyaratkan Justin untuk mendekat. “Ada yang pengen gue kasih sama lo.” “Apaan?” Justin mendekat. Matanya melirik pada lambang kelas di lengan sebelah kiri Abi, kemudian berdehem. “Kak.” “Santai.” Sudut bibir Abi terangkat. “Nih.” “Buat gue?” Justin mengerutkan kening. Dibolak-baliknya kotak s**u rasa pisang itu. “Nggak salah, nih?” tanya Justin, memperlihatkan sebuah note yang tertempel di kotak. “Kasihin buat Ami.” “Lah, anj–” “Pasti lo ngira itu buat lo, kan?” Abi langsung terbahak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. “Pede banget!” “Lo sendiri ngomongnya nggak jelas. Katanya ada yang pe