“Halo, Cla? Tumben nelpon pagi-pagi?” Abi mengapit ponsel di antara bahu dan telinganya. “Kakak mau berangkat ke sekolah.” “Tunggu, Kak! Ada yang mau Cla omongin.” Abi membatalkan niatnya untuk memutuskan sambungan telepon. “Apa?” Abi juga meletakkan helmnya kembali di kaca spion. “Jangan lama-lama, nanti Kakak telat.” “Ummm ... besok malam, Kak Abi ada acara?” “Nggak ada kayaknya.” “Beneran, nih, Kak? Nggak ada, kan?” “Iya, nggak ada. Kenapa, Cla?” “Enggg ... ada yang mau ketemu Kak Abi.” “Siapa?” “Kakak akan tau nanti,” bisik Clara sok rahasia. “Pokoknya, nanti berpakaian yang rapi. Oke?” Abi terkekeh. “Siap, Nyonya. Kirim saja alamatnya. Kakak akan datang demi Cla cantik.” “Sip. Jam tujuh, nggak boleh terlambat. Titik!” Setelah itu, panggilan terputus. Abi memandangi layar po