Tria berdiri tegak di depan pintu rumah sakit bertuliskan angka 302. Ia menarik napas panjang berkali-kali sambil mengucap doa dalam hati. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu disegerakan keselamatan-Mu untukku dan tetap sabar dalam menghadapi cobaan-Mu, dan keluar dari dunia menuju rahmat-Mu. Aamiin. Baru saja ia ingin mengetuk pintu, sebuah suara menyapanya dengan nada heran. "Non mau menjenguk nyonya juga ya? Kenapa nggak masuk aja, Non. Ayo ikut masuk sama saya aja, Non." "I--iya, Bu. Tadi saya masih ragu-ragu takut salah kamar." Tria menjawab tergagap. Ibu-ibu yang sepertinya bertugas untuk menjaga istri suaminya ini bertubuh tinggi besar. Saat Tria yang memang berperawakan kecil berjalan di belakangnya, ia nyaris tidak terlihat. Begitulah Tria ikut masuk ke dalam ruanga