Merasa tidak dianggap meski sudah beberapa minggu bergabung di ARKA grup, Giska pun marah kepada semua pegawai di divisinya. Wanita itu tidak terlalu memikirkan soal acara makan malam. Lagi pula, Giska juga bisa membeli makanan apa saja yang ia inginkan. Setelah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Giska akhirnya tiba di rumah. Ia lalu membersihkan diri, sebagaimana semestinya. Sambil menikmati waktu santainya, Giska membuat secangkir kopi panas, lalu duduk di kursi yang terletak pada balkon kamar tidurnya. Bersamaan dengan itu, ia menerima panggilan dari sebuah nomor tidak dikenal. Dilihat dari nomornya yang tak biasa, lantas Giska pun segera menjawabnya. " Hallo? " " Kamu dimana, Gis? " Tanya seorang Pria, yang tak lain adalah Andra. " Maaf ini siapa ya? " " Ini saya. A

