Tak lama kemudian, terdengar suara seseorang membuka pintu. Lantas pandangan Giska segera tertuju kearah pintu. Sorot matanya seketika membelalak sempurna, ketika melihat Andra datang menghampirinya. " Ke, kenapa dia? " Batin Giska, menelan saliva-nya. " Kamu sudah bangun? " Seperti bukan apa-apa. Andra terlihat begitu santai, dan natural. " I, ini dimana Tuan? Kenapa saya disini? " Tanya Giska, dengan perasaan tak karuan. Dalam hatinya ia sudah memiliki asumsi sendiri, namun ia menolak untuk mempercayai asumsinya sendiri. " Ini di rumah saya. Maaf saya terpaksa membawamu kemari, karena semalam saya sudah mengantarmu pulang, tapi kamu nggak menjawab apapun saat saya menanyakan kode pintu rumahmu. " Sahut Andra, sambil menjelaskan. Bagaimanapun, Andra tidak ingin dianggap sebagai Pria

