Bab 24. Kesempatan dalam kesempitan

1167 Kata

Tak lama kemudian, terdengar suara seseorang membuka pintu. Lantas pandangan Giska segera tertuju kearah pintu. Sorot matanya seketika membelalak sempurna, ketika melihat Andra datang menghampirinya. " Ke, kenapa dia? " Batin Giska, menelan saliva-nya. " Kamu sudah bangun? " Seperti bukan apa-apa. Andra terlihat begitu santai, dan natural. " I, ini dimana Tuan? Kenapa saya disini? " Tanya Giska, dengan perasaan tak karuan. Dalam hatinya ia sudah memiliki asumsi sendiri, namun ia menolak untuk mempercayai asumsinya sendiri. " Ini di rumah saya. Maaf saya terpaksa membawamu kemari, karena semalam saya sudah mengantarmu pulang, tapi kamu nggak menjawab apapun saat saya menanyakan kode pintu rumahmu. " Sahut Andra, sambil menjelaskan. Bagaimanapun, Andra tidak ingin dianggap sebagai Pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN