Reyhan melempar bantal sofanya ke wajah Lily. Teriakan wanita itu terlalu keras hingga membuat dirinya dan Aurora sempat terkejut. “Apa mulutmu itu terbuat dari tanah longsor? Kenapa suka sekali membuat kegaduhan? Memangnya tidak bisa kalau tidak berteriak?” omel Reyhan dengan tatapan mata yang sangat tajam. Lily mengerucutkan bibirnya kesal. Kemudian ia berjalan menghampiri Aurora, dan duduk di samping wanita itu sambil memeluk dan menyembunyikan kepalanya di balik tubuh wanita itu. “Kak, kenapa dia jahat sekali kepadaku?” bisik Lily. Membuat Aurora langsung tertawa. “Sudah lah, dia ini bukan anak kecil. Kenapa kau marahi seperti itu?” Reyhan langsung mendengus kesal, saat mendengar Aurora malah membela Lily. Kemudian ia memilih untuk pindah duduk ke kursi kerjanya. Membiarkan k