Tristan mengerjapkan mata beberapa kali. Kepalanya terasa berat, denyut di pelipisnya mengingatkannya pada alkohol yang semalam ia minum. Ia menggeram pelan, meremas pelipisnya sebelum menyadari sesuatu yang aneh. "Kenapa aku tidur di sini?" gumamnya yang merasa sedikit asing. .Ia menoleh ke samping dan mendapati Elmira, tertidur dengan wajah tenang. Rambutnya yang tergerai berantakan menutupi sebagian wajahnya, napasnya teratur, dan d**a kecilnya naik-turun perlahan. Tristan membeku. Seketika, kepingan-kepingan kejadian tadi malam mulai kembali ke dalam ingatannya. Mabuk, Elmira memapahnya, kamar Elea, lalu .... Tristan mengutuk pelan. Ia merasakan hangatnya pipinya sendiri saat menyadari betapa impulsifnya ia semalam. Tuhan, ia mencium Elmira! Dan yang lebih mengejutkan, Elmira tida

