"Kamu sudah gila, Tristan!" Elmira melihat Tristan berjalan sempoyongan, tubuhnya sedikit oleng ke samping. Refleks, ia segera mensejajari langkah pria itu, lalu dengan sigap melingkarkan tangannya ke atas pundak Tristan untuk menahannya. Tristan terkejut. Ia menoleh, menatap Elmira yang kini begitu dekat dengannya. Napasnya masih berat akibat alkohol, tapi kehangatan dari sentuhan wanita itu entah bagaimana membuat kesadarannya sedikit kembali. "Kenapa kamu repot-repot menahanku?" gumam Tristan, suaranya serak. Elmira menggigit bibirnya, mencoba tidak terpengaruh oleh tatapan mata Tristan yang sayu. "Karena kamu hampir jatuh," jawabnya pelan, suaranya terdengar ragu. Tristan menghela napas, lalu tertawa kecil. "Aku masih bisa berjalan sendiri, Mira." "Tapi kamu mabuk," balas Elmira

