Bab 20. Disalahkan

1056 Kata

Tristan menoleh tajam ke arah Elmira begitu mendengar kata-kata itu terucap dari mulutnya. Rahangnya mengeras, matanya memancarkan ketidakpercayaan yang bercampur dengan kemarahan. Bisa-bisanya Elmira berkata demikian. Namun, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berdebat. Elea jauh lebih penting. Perawat segera membawa mereka ke ruang pemeriksaan, di mana seorang dokter muda sudah bersiap. Elmira dengan sigap membaringkan Elea di atas ranjang pemeriksaan, sementara Tristan berdiri di sampingnya. Dokter itu menempelkan termometer ke dahi Elea, lalu meraba nadinya. "Demamnya cukup tinggi," katanya dengan nada tenang. "Sudah berapa lama dia sakit?" Elmira melirik Tristan sekilas sebelum menjawab, "Aku baru menyadarinya sekitar satu jam yang lalu." Tristan mendengus pelan, tetapi memil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN