Perawat mengernyitkan dahi, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Ia melirik pintu kamar yang tertutup rapat. Tak mungkin ada yang masuk tanpa sepengetahuannya. "Nona Elmira?" Perawat itu kembali mencoba memanggilnya, tapi Elmira tetap diam. Perawat itu merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dengan sigap, ia segera menancapkan kembali infus pada botolnya, memastikan cairan kembali mengalir ke tubuh Elmira. Namun, ketika ia menarik selimut yang menutupi tubuh pasiennya, matanya membelalak kaget. Darah merembes dari perban yang melilit perut Elmira. Warnanya merah pekat, menodai kain putih rumah sakit. "Astaga!" seru perawat itu, panik. Ia segera menekan tombol darurat di dinding sebelum berlari keluar menuju nurse station. Di nurse station, dua perawat lain sedang mendokumentasikan

