Pagi itu, cahaya matahari menerobos masuk ke kamar Elea melalui celah-celah tirai yang belum tertutup sempurna. Tristan, yang tertidur di kursi samping box bayi, terbangun dengan punggung kaku. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum menyadari bahwa ia tertidur saat menjaga Elea semalaman. Dengan gerakan cepat, ia memeriksa jam tangannya. Pukul 06.30 pagi. "Sial," gumamnya pelan. Ia seharusnya sudah bersiap untuk menjemput Elmira. Tristan bergegas ke kamar mandi, mencuci muka dan berganti pakaian. Ia tidak punya banyak waktu. Setelah memastikan Elea masih terlelap dengan nyaman, ia mencari Bi Asih yang sedang menyiapkan sarapan di dapur. "Bi," panggilnya dengan suara tergesa-gesa. "Aku harus ke rumah sakit sekarang untuk menjemput Elmira. Tolong jaga Elea baik-baik." Bi Asih menole

